Awalan

Apakah Ghibah Diperbolehkan? Ustadz Adi Hidayat atau UAH Beri Jawaban Seperti Ini


 Dalam sebuah sesi tanya jawab, Ustadz Adi Hidayat atau UAH mendapatkan sebuah pertanyaan terkait ghibah.

Selain menjawab soal "apakah ghibah diperbolekan?", Ustadz Adi Hidayat juga menjelaskan menjelaskan soal balasan bagi orang yang ghibah di akhirat nanti.

Apakah ghibah diperbolehkan? Ustadz Adi Hidayat atau UAH beri jawaban seperti ini.

"Apakah ghibah ada yang diperbolehkan atau semuanya haram? pertanyaan jamaah kepada Ustadz Adi Hidayat.

Kemudian, Ustadz Adi Hidayat memberikan jawaban terkait pertanyaan jamaah tersebut dalam sesi tanya jawab.

"Kalau disebut ghibah itu haram. Yang boleh itu adalah menyebutkan keburukan orang lain sebagai persaksian dalam mahkamah itu boleh," ucap Ustadz Adi Hidayat.

Ustadz Adi Hidayat juga mencontohkan soal orang tidak menyebutkan keburukan orang lain sebagai persaksian dalam mahkamah.

"Misal, ada seorang misalnya diangkat jadi saksi ingin diminta pembuktian tentang keburukan orang yang sedang akan di hukum terdakwa.

Menurut saudara saksi bagaimana sifat terdakwa itu saat melakukan keburukan. Maaf pak hakim saya tidak bisa menjawab itu ghibah dosa pak hakim. Itu bisa.

Kalau kesaksian tidak bisa diungkap maka perbuatan buruk tidak bisa dibuktikan yang seperti itu boleh.

Tapi kalau seperti mengungkap keburukan orang lain tidak dalam tepatnya dibenarkan itu hukumnya ghibah, haram hukumnya," ucap Ustadz Adi Hidayat.

Selain itu, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan soal balasan bagi orang yang ghibah di akhirat nanti.

"Orang ghibah di akhirat nanti akan dibangkitkan oleh Allah. Kemudian setiap kalimat ghibahnya akan diciptakan orang yang dighibahkan dari kalimatnya kepalanya, lehernya, badannya sampai kakinya.

Setelah itu dibuat bangkai dan hukumannya diminta memakan bangkainya," kata Ustadz Adi Hidayat yang diunggah di kanal YouTube Dakwah Elite pada 26 Desember 2020.***

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel