Bayi atau Anak yang Meninggal Bisa Tolong Orang Tuanya di Akhirat, Ustadz Khalid Basalamah: Dengan Syarat Ini
Kehilangan bayi atau anak yang belum baligh memang menjadi luka tersendiri bagi setiap orang tua.
Namun, ada kabar gembira bagi setiap orang tua yang memiliki anak yang meninggal sebelum baligh.
Mereka itu bisa memberikan syafaat atau pertolongan untuk orang tuanya kelak di akhirat.
Namun, tidak semua orang tua yang memiliki anak meninggal sebelum baligh bisa mendapatkan keistimewaan ini.
Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan dalam sebuah video di kanal Youtube Kajian Ar-Rahman pada 8 November 2017 bahwa ada persyaratannya.
Pada awalnya, Ustadz Khalid Basalamah membacakan hadits yang membenarkan mengenai seorang anak yang memberikan syafaat bagi orang tuanya.
Pada suatu hari, Rasulullah meremas baju sahabat dengan begitu kencang saat keluar dari masjid hingga membuat sahabat tersebut bertanya.
Rasulullah lalu berkata, "demi Zat yang ubun-ubunku dalam genggaman-Nya, tidak seorang pun diantara kalian yang meninggal anaknya sebelum baligh, kecuali dia akan pegang tubuh orang tuanya sebagaimana saya pegang bajumu sekarang sampai Allah memasukkan semuanya ke dalam surga."
Hadits lain yang diriwayatkan oleh Bukhori juga menjelaskan hal yang serupa.
Hadits tersebut menjelaskan bahwa Allah mendengar gemuruh di depan pintu surga.
Allah yang lebih tahu suara tersebut bertanya kepada malaikatnya, "Suara apa itu?"
Malaikat menjawab, "suara anak-anak muslim yang meninggal sebelum baligh. Mereka meminta agar orang tua mereka dimasukkan bersama mereka ke dalam surga."
Allah kemudian berkata, "masukkanlah orang tua mereka bersama mereka!"
Hadits selanjutnya diriwayatkan oleh Bukhori Muslim. Waktu itu Rasulullah mengadakan pengajian khusus sahabiat saja.
Rasulullah berkata, "tidak ada seorang pun diantara kalian meninggal anaknya 3 sebelum baligh, kecuali menjadi jaminan baginya selamat dari neraka."
Salah satu sahabiat berdiri dan bertanya, "Ya Rasulallah, kalau dua?" Rasulullah menjawab, "dua juga."
Perawi hadits tersebut yang merupakan seorang laki-laki dan kebetulan juga hadir mengatakan, "saya yakin kalau ada ibu lagi satu yang bertanya 'kalau satu ya Rasulallah' maka Rasulallah juga menjawab 'satu juga."
Hadits-hadits di atas tidak berdiri sendiri karena tidak semua orang tua yang seperti itu mendapatkan jaminan surga.
Jika orang tuanya mempunyai indikasi-indikasi kekufuran, seperti murtad, musyrik, munafik atau punya banyak dosa besar, maka harus dihukum di neraka.
Maka, orang tua yang memiliki anak yang meninggal sebelum baligh tidak otomatis mendapatkan surga karena ada penghalangnya.
Hadits-hadits di atas hanya didapatkan bagi orang-orang yang tidak mempunyai penghalang.***