Gus Baha, Berbahagialah Jadi Orang Miskin Karena Lebih Mudah Bersedekah dibanding Orang Kaya
Salah satu keunikan dari tiap kajian Gus Baha adalah suka membolak-balikan pemahaman yang ada.
Dalam unggahan Instagram @ngajionline_gusbaha kembali upload satu vidio kajian Gus Baha, yang membandingkan kedermawanan orang miskin dan orang kaya.
Ketika ada pertanyaan dermewan mana antara orang miskin dan orang kaya, pasti masyarakat umum akan menjawab orang kaya.
Namun berbeda dengan KH Bahaudin Nursalim ini, dalam kajian nya dia katakan.
Sampean (kamu) kalau sekarang masih miskin berbahagialah, karena miskin itu mudah jadi orang dermawan, kalo orang sudah kaya itu ribet" ucapnya.
Gus Baha pun mencontohkan pada santrinya. Dia mengibaratkan kalo santrinya miskin, punya ayam 2, kalo ayamnya diminta satu pasti diberikan.
Berarti nilai harta yang diberikan atau di shodaqohkan orang miskin sebanyak 50 persen.
Bandingkan dengan orang ketika sudah kaya, misalkan mempunyai harta senilai satu milyar. Kalo diminta 500jt pasti ngga mau. Padahal dia sudah kaya dan itu nilainya 50 persen.
Berarti untuk bersedekah orang miskin lebih dermawan dibanding orang kaya, ini yang disampaikan Gus Baha dalam membandingkan orang miskin dan kaya dalam bersedekah.
Dicontoh kan lagi misal ada mahasiswa yang masih miskin, dia punya uangnya Rp100.000, temannya minta ditraktir sampe habis uang 100 ribu rupiah, berarti sedekah sebesar 100 persen, itu ngga bakalan masalah.
Dari perbandingan itu, menurut Gus Baha orang miskin lebih dermawan di banding orang kaya.***