Awalan

Seorang Pelaku Zina Masih Bisa Bertaubat Kecuali dalam Kondisi Ini, Ustadz Adi Hidayat: Nggak Ada Kesempatan


 Ustadz Adi Hidayat atau biasa disebut sebagai UAH dalam sebuah majelis ilmu menerima sebuah pertanyaan dari salah seorang jamaah terkait masalah taubat.

Seorang jamaah tersebut bertanya mengenai seorang pelaku zina apakah masih memperoleh ampunan dan taubatnya diterima.

Dikutip Media Blitar dari Kanal YouTube Kajian Islam Podcast yang dipublikasikan pada 8 Desember 2018, menjawab pertanyaan perihal ampunan atau taubat terhadap pelaku zina. Ustadz Adi Hidayat memberikan penjelasan dan menerangkan isi dari Al-Quran surah ke 39 ayat 53.

“Katakan Muhammad pada hamba-hambaku yang telah berbuat israf,” kata Ustadz Adi Hidayat.

“Di antara israfnya mengerjakan dosa besar, di antaranya zina. Ketika dikerjakan seperti itu dia mau taubat,” ujar Ustadz Adi Hidayat.

Kemudian Allah berfirman, “Ayo taubat, jangan putus asa dari rahmatKu (Allah SWT),” ucap Ustadz Adi Hidayat.

Sementara UAH menjelaskan perihal kalimat putus asa tersebut sebagai bentuk pertolongan Allah karena seseorang yang terlibat dosa besar setan sekaligus mudah menjerumuskan si pelaku.

“Karena akan dibuat kalimat-kalimat dalam dirinya, seakan-akan mencegah dia untuk bertaubat,” jelasnya.

Ustadz Adi Hidayat kemudian memberikan percontohan kalimat yang dibisikkan oleh setan.

“Sudah, dosa kamu sudah begitu besar, nggak ada kesempatan untuk bertaubat lagi. Sudah kamu sudah terlanjur basah, berenang sekalian,” contohnya.

Tidak berhenti disitu UAH juga mengemukakan firman Allah “Itu tidak benar, saya (Allah) Tuhan rahmat, bukan tuhan ghodob. Rahmat saya melebihi ghadab dalam diri saya.” Ujarnya.

Maka dari itu, UAH juga menjelaskan saat seorang pezina masih mempunyai kesempatan untuk taubat maka bertaubat.

Lantaran tanda seseorang hanya diberikan peluang untuk taubat kecuali nyawa telah berada di kerongkongan.

Artinya, kesempatan untuk meminta ampunan alias bertaubat bagi pelaku zina masih diperbolehkan dan terbuka, kecuali ajal sudah muncul di depan mata.***

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel