Awalan

Subhanallah, Ternyata Inilah Rahasia yang Terjadi Ketika Kita Tidur Menurut Gus Baha

 


Tidur merupakan tindakan alami dari tubuh sebagai respon tubuh usai menjalani menjalani aktivitas sehari-hari.

Dalam agama Islam aktivitas tidur memiliki segudang rahasia besar yang tertuang dalam Al Qur’an Surat Ar Rum ayat 23.

Menurut surat tersebut me jelaskan jika tidur juga merupakan sebagian dari tanda kebesaran Allah SWT.

وَمِنْ اٰيٰتِهٖ مَنَامُكُمْ بِالَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاۤؤُكُمْ مِّنْ فَضْلِهٖۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّسْمَعُوْنَ

Artinya : Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah tidurmu pada waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.

Dari tinjauan fiqih Gus Baha berpendapat jika tidur juga termasuk bernilai pahala, alasannya pada saat tidur otomatis seseorang akan tercegah dari berbuat maksiat.!

Selain itu menurutnya tidur juga merupakan peristiwa yang sangat sakral bagi orang oang mukmin khususnya para ulama sholeh dan para Nabi.

Banyak para nabi yang memperoleh wahyu melalui mimpi disaat tidur sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an Surah As Shafat ayat 102 tentang mimpi Nabi ibrahim :


فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ.

Artinya : Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”

“Maka mimpi ini harus dikelola secara baik dengan cara wudhu dulu, lalu baca tasbih dan berdoa, anggap saja pemanasan mati, insya Allah jika dikehendaki Allah akan memperoleh mimpi yang baik dan tidak akan disusupi setan,” ujar Gus Baha.

“ Bagi saya tidur itu bagaikan bersiap untuk mati karena nyatanya kita memang tidak lagi bisa berbuat apa – apa saat tidur, seandainya tiba – tiba terbangun terus melihat malaikat munkar nakir kan repot kalau tidak siap – siap dulu,” lanjutnya.

Gus Baha menerangkan saking krusialnya peristiwa tidur ini dari segi kegawatan sampai Rasulullah harus mengajarkan adab dan doa sebelum tidur sebagaimana disebutkan dalam hadits :

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Apabila salah seorang di antara kamu akan tidur, maka hendaknya ia membalikkan sebelah dalam selimutnya dan ia kibaskan dengan kain itu tempat tidurnya kemudian sebutlah nama Allah SWT, sebab sesungguhnya dia tidak mengetahui apa yang ada dan yang akan terjadi di atas tempat tidurnya. Apabila kamu mulai berbaring, maka berbaringlah ke arah kanan dan ucapkanlah:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبِّي بِكَ وَضَعْتُ جَنْبِي وَبِكَ أَرْفَعُهُ إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَارْحَمْهَا. وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا مِمَّا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِين

"Maha Suci Engkau ya Allah Tuhanku, karena Engkau aku baringkan lambungku, dan karena Engkau pula aku angkat (bangun). Jika Engkau cabut jiwaku ini maka rahmatilah ia, dan jika Engkau kembalikan ia, maka jagalahlah ia sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih". (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat yang lain dikatakan :


عَنِ البَرَّاء بنِ عَازِب، أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه و سلم قَالَ: (( إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَأْ وُضُوءَكَ للصَلاةِ، ثُمَّ اضْطَّجِعْ على شِقِّكَ الأَيْمَنِ، ثُمَّ قُلْ: اللهُمَّ إِنِّي اَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ، وَوَجَهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَ فَوَضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَ أَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَغْبَةً وَ رَهْبَةً إِلَيْكَ لاَ مَلْجَأَ وَ لاَ مَنْجَا منك إَلاّ إِلَيْكََ ، أَمَنْتُ بِكِتَابٍكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَ بِنَبِيِّكَ الذي أَرْسَلْتَ وَ اجْعَلْهُنَّ آخِرَ كَلاَمِكَ فَإِنْ مِتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ مِتَّ على الفِطْرَة))


“Dari al Barra bin Azib, bahwa Rasulullah bersabda, ”Jika engkau hendak menuju pembaringanmu, maka berwudhulah seperti engkau berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlah di rusukmu sebelah kanan lalu ucapkanlah doa: “Ya Allah sesungguhnya aku menyerahkan jiwaku hanya kepadaMu, kuhadapkan wajahku kepadaMu, kuserahkan segala urusanku hanya kepadamu, kusandarkan punggungku kepadaMu semata, dengan harap dan cemas kepadaMu, aku beriman kepada kitab yang Engkau turunkan dan kepada nabi yang Engkau utus.” dan hendaklah engkau jadikan doa tadi sebagai penutup dari pembicaranmu malam itu. Maka jika enkau meninggal pada malam itu niscaya engkau meninggal di atas fitrah.” (HR Bukhari Muslim).

Dari posisi tidur yang diajarkan Nabi tersebut kemudian dijadikan bahan penelitian para ahli kesehatan dan terbukti bahwa cara tersebut memang paling menyehatkan.

Wallahu A’lam Bishhowab***

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel