Bagaimana Hukum Lupa Jumlah Rakaat dalam Sholat? Begini Penjelasan Gus Baha
Bagaimana hukum lupa jumlah rakaat dalam sholat fardhu menurut Gus Baha.
Lupa jumlah rakaat dalam sholat tentu sering terjadi bagi setiap umat muslim dan muslimah.
Apalagi ketika sedang sholat pikiran sedang tidak fokus dan kemana-mana, sehingga tidak tahu jumlah rakaat sholat.
Bukan hanya itu saja lupa jumlah rakaat dalam sholat juga bisa disebabkan karena kecenderungan kita memikirkan perihal masalah dunia.
Meskipun demikian jangan khawatir sebab Rasulullah SAW juga pernah lupa jumlah rakaat dalam sholat fardhu.
Dimana saat itu Rasulullah SAW menjadi imam sholat Dzuhur. Namun, hanya dua rakaat saja.
Akan tetapi inilah yang yang dilakukan Rasulullah SAW ketika diingatkan jika kurang jumlah rakaat sholat.
Lantas, bagaimana hukumnya?
Seperti dilansir mantrasukabumi.com dari kanal Youtube Ngaji Nahdhatul Ulama yang diunggah pada Kamis, 11 November 2021.
Gus Baha menjelaskan semua umat Islam pasti sudah mendengar Rasulullah SAW pernah lupa berkali-kali.
Dan salah satunya Rasulullah SAW pernah lupa jumlah rakaat ketika menjadi imam sholat Dzuhur.
Namun, meski demikian pada saat itu semua sahabat tidak ada yang berubah sedikitpun imannya.
Orang Islam dengar kanjeng Nabi lupa itu berkali-kali, lawong nabi pernah sholat Zuhur dua rakaat terus selesai,
Orang Islam waktu tidak ada yang berubah imannya," ucap Gus Baha.
Namun, semua umat muslim pada saat kejadian tidak ada yang berani menegur Rasulullah SAW.
Tapi sesaat setelah Rasulullah menuju pintu keluar, salah seorang sahabat mencoba bertanya.
"Kanjeng Nabi, ini sholat model baru, atau jenengan sedang lupa?"
Kemudian sahabat tersebut menjelaskan apabila ini model sholat baru berarti mulai besok sholat Zuhur dua rakaat.
Karena nasikh mansukh dimana mengikuti syariat yang datang terakhir dari Rasulullah SAW.
"Kalau model baru, berarti Zuhur besok sudah mulai dua rakaat, karena nasikh mansukh itu mengikuti (syariat) yang datang belakangan,"
Sementara itu, Rasulullah SAW lalu menanyakan tentang apakah benar tadi sholat Zuhur dua rakaat.
Nabi bertanya: "Ah, Masa?"
Lalu sesaat setelah mendengar hal itu Rasulullah SAW kembali ke tempat Imam dan bertanya kepada para sahabat.
Dimana Rasulullah SAW bertanya tentang kebenaran yang dikatakan oleh salah seorang sahabatnya.
"Apakah benar yang dikatakan Zul Yadain?"
Dan para sahabat pun menjawab jika apa yang dikatakan oleh Zul Yadain itu benar adanya.
Betul, ya Rasulallah jenengan sholat Zuhur cuman dua rakaat." Kata sahabat
Nabi lantas tenang saja, kemudian takbir lagi dan menambah dua rakaat, terus salam.
Kalau orang fikih jadi bingung dan saling bantah-bantahan juga. Namun tidak ada masalah.
Gus Baha lalu kembali menjelaskan bahwa Rasulullah SAW itu memiliki sifat manusiawi sama dengan kita.
"Dari dulu kanjeng Nabi disifati dengan "manusiawi" (manusia pada umumnya),"
Dimana diantara sifat Rasulullah SAW yang sama dengang umatnya adalah memiliki sifat lupa.
Namun, yang jadi masalah adalah kita tidak boleh lupa dengan yang maha pencipta yaitu Allah SWT.
"Nabi tidak bermasalah dengan sifat lupa.
Yang tidak boleh lupa itu gusti Allah. Jadi,
pengetahuan yang seperti ini perlu tahu,"
Selain itu, sifat manusiawi Rasulullah SAW yang lainnya adalah pernah menikah sama dengan kita.