Awalan

Benarkah Cicak Jatuh Jadi Pertanda Buruk? Gus Baha Beri Penjelasan Begini

 


Gus Baha beri penjelasan tentang keyakinan orang-orang Jawa bahwa cicak yang jatuh bisa menjadi pertanda buruk.

Menurut Gus Baha bukan hanya orang jawa yang punya keyakinan seperti ini.

Orang-orang Arab ternyata juga punya keyakinan yang serupa.

Disebutkan Gus Baha bahkan adat kebiasaan yang kemudian jadi sebuah keyakinan ini menjadi bahan untuk menguji ulama-ulama besar terdahulu termasuk Imam Syafi’i.

Imam Syafi’i diberikan satu pertanyaan tentang apa makna dari sangkar burung jangan digerakkan saat ada burung di dalamnya dan pintu dalam kondisi terbuka.

“Karena Imam Syafi’i itu orangnya alim, oh maknanya begini. Orang Arab itu kalau mau pergi, sangkar burung digerakkan,” ungkap Gus Baha.

Jika burung terbang ke arah kanan, maka ia akan melanjutkan perjalanan karena hal itu diyakini sebagai pertanda baik.

Sedangkan jika burung terbang ke kiri, diyakini sebagai pertanda buruk dan memilih untuk tidak pergi kemana-mana.

“Kalau orang jawa kan cicak. Misal cicak jatuh, alamat pertanda buruk, nggak jadi pergi,” kata Gus Baha.

Orang jawa menafsirkan cicak yang jatuh tersebut sebagai pertanda akan celaka.

“Yang celaka cicaknya atau orang yang mau berpergian?” tanya Gus Baha dijawab gelak tawa para jamaah.

Nabi melarang itu. Nabi melarang umat islam punya penyakit tathayyur. Tathayyur itu apa? Menggantungkan nasib dengan burung,” jelas Gus Baha.

Jika orang Arab menggantungkan nasib pada burung, sementara orang jawa dengan cicak, dan hal ini menurut Gus Baha dilarang Nabi.

“Nah itu Imam Syafi’i itu paham betul, adatul Arab itu kalau mau pergi, menggerakkan sangkar burung yang ada burungnya kalau terbang kanan alamat baik, kalau kiri alamat buruk. Dan Rasulullah melarang itu,” kata Gus Baha.***

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel