Awalan

Dosa Terbesar Istri kepada Suami yang Jarang Disadari, Sudah Banyak Terjadi Kata Gus Baha


 Ternyata ada dosa terbesar seorang istri kepada suami yang jarang disadari menurut Gus Baha.

Ternyata, fenomena tersebut telah banyak terjadi sehingga perlu menjadi perhatian khusus bagi umat Islam terutama.

Lantas dosa besar apa seorang istri kepada suami? Berikut jawaban lengkap dari seorang Gus Baha.

Dilansir PortalJember.com dari video yang diunggah kanal YouTube Kajian-Kajian Islam pada Selasa, 6 Juli 2021 menerangkan tentang dosa yang jarang diketahui tersebut.

Sebagai orang Islam, pasangan suami istri harus mengetahui hukum-hukum yang berlaku dalam rumah tangga.

Apabila suami istri sama-sama taat, bisa menjadi sebab Allah menjadikan keluarganya sebagai jalan ke surga.

Akan tetapi, dalam fenomena masyarakat masa kimi, banyak ditemukan keluarga yang sering mengalami keributan.

Sumber utamanya biasanya diakibatkan oleh ego masing-masing yang tidak bisa dikendalikan.

Menurut Gus Baha, pada dasarnya ada satu dosa besar seorang istri kepada suami yang jarang disadari.

Dosa tersebut biasa ditemukan dalam keluarga orang-orang sholeh yang mendedikasikan semua aktivitasnya untuk kepentingan umat.

Biasanya, para ulama atau orang-orang sholeh memiliki rutinitas mengajarkan Islam kepada para santri.

Aktivitas itu cukup padat, sehingga seorang suami harus rela tidak menemani istrinya dalam saat-saat tertentu.

Ternyata, terkadang ada istri yang tidak bisa menerimanya sehingga protes dan akhirnya mencegah suaminya untuk mengajar.

Hal tersebut merupakan isi pidato dari KH. Hasyim Muzadi yang sangat dikenang oleh kiyai muda NU itu.

"Dari pidato Pak Hasyim Muzadi itu yang saya kenang itu satu, berapa kiyai alim yang jadi bodoh karena perempuan," tegasnya.

Fenomena tersebut sudah banyak terjadi sehingga membuat ilmu dari suami tidak bisa meningkat.

"Kata Pak Hasyim Muzadi itu dosa terbesar perempuan itu membuat suaminya bodoh," tegasnya.

Maka, Gus Baha menyarankan agar seorang pria dari golongan kyai hendaknya menikahi perempuan dari golongan yang sama.

Hal itu penting agar sama-sama mengetahui tugas utama seorang generasi penerus kita, sehingga bisa sama-sama berjuang.***

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel