Gus Baha Ungkap Seorang Pendosa Berhasil Masuk Surga Hanya karena Dua Hal, Sementara Ulama Justru Gagal
Gus Baha mengungkap bahwa ada seorang pendosa yang berhasil masuk surga bermodalkan satu amalan dan menghindari satu dosa, sementara ulama justru gagal.
Diketahui bahwa orang yang melakukan amalan akan memdapatkan pahala, sementara oramg yang bermaksiat akan mendapatkan dosa.
Amalan yang banyak tentunya juga membawa pahala yang banyak yang diharapkan bisa menjadi modal untuk masuk surga.
Sementara dosa yang menumpuk akan menyebabkan seseorang harus menanggung siksa neraka.
Secara awam seseorang akan menilai bahwa ulama yang notabene memiliki banyak amalan juga memiliki banyak pahala.
Sehingga terbayang betapa mudahnya ia masuk surga nantinya.
Sedangkan, seorang yang banyak maksiat dan dosa tentu akan menderita lama di neraka.
Ada sebuah kisah," kata Gus Baha dikutip PortalJember.com dari YouTube ONLINE BERBAGI yang diunggah pada 3 Januari 2021.
Seorang ulama di akhirat ditanya oleh Allah, "Hai, Ulama. Kamu di dunia diulamakan, sekarang kamu bertemu dengan-Ku, apa amalanmu?".
Maka ulama itu bingung menjawabnya. Hal ini disampaikan Gus Baha sebagaimana tertulis dalam kitabul Rozak.
Karena ulama itu bingung
Allah kemudian menghampiri ulama lain, "Ngakunya bagaimana?"
Ulama itu pun menjawab, "Saya, ya Allah?".
"Saya juga ulama, ya Allah. Di dunia juga biasa, standar saja,"
"Tapi, saya tidak pernah mensyirikkan Engkau,"
Aku tidak pernah melakukan dosa syirik, bukankah Engkau berkata selain dosa syirik akan Kau maafkan?"
Allah menjawab, "Benar,".
Maka ulama itu pun langsung dimasukkan dalam surga.
Lalu datang seorang lagi, Allah pun menanyakan apa bekal yang dibawanya.
"Bekal apa, ya Allah?" kata orang itu.
Ya bekal saya pokoknya Engkau itu Rahman dan Rakhim, serta saya itu tidak pernah syirik pada-Mu," ucapnya.
"Apakah kamu tidak pernah berbuat dosa?" tanya Allah.
"Ya, sering, Ya Allah," kata orang terakhir tadi.
"Tapi, bukankah Engkau berkata selama itu bukan dosa syirik maka akan Engkau ampuni?" tanya dia.
Allah pun membenarkan dan mengizinkan pendosa itu masuk ke surga hanya dengan amalan percaya bahwa Allah Rahman dan Rakhim serta tidak melakukan syirik.
"Sudah, hanya begitu," kata Gus Baha.
Dua hal tersebut membuat ulama yang pertama ditanya tadi menyesal, mengapa ia tidak menjawab hal yang sama.***