Awalan

Hadist Tentang Keluarga, Sakinah, Mawadah, Warahmah dalam Islam

 


Dalam membina suatu keluarga dalam Islam dianjurkan agar menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Dalam Islam ada beberapa hadis yang menjelaskan mengenai keluarga yang Sakinah mawadah warahmah dan cara menggapainya. Berikut hadist tentang keluarga Sakinah mawadah warahmah.

Dalam membina rumah tangga pasti setiap muslim memiliki cita-cita menjadi keluarga yang Sakinah mawadah warahmah. Namun hal tersebut tidak akan semudah yang dibayangkan karena menyatukan dua kepala dengan ego masing-masing tidaklah mudah. Dikutip dari buku 40 Tips Keluarga Bahagia, Muhammad Shaleh al-Munajjid, (2014) ada beberapa hadis yang menjelaskan mengenai keluarga Sakinah mawadah warahmah dan cara menggapainya.

Keutamaan Memberi Nafkah keluarga

Dalam membina rumah tangga memberi nafkah adalah sebuah kewajiban dan memiliki banyak keutamaan serta dapat mewujudkan keluarga Sakinah mawadah warahmah seperti dijelaskan dalam hadis berikut:

دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى رَقَبَةٍ وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِى أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ

Artinya: "Satu dinar yang engkau keluarkan di jalan Allah, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk memerdekakan seorang budak, lalu satu dinar yang engkau yang engkau keluarkan untuk satu orang miskin, dibandingkan dengan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu maka pahalanya lebih besar (dari amalan kebaikan yang disebutkan tadi)" (HR. Muslim no. 995).

Menjadi Istri yang taat Pada Suami

Menjadi seorang istri harus taat pada suaminya seperti dijelaskan dalam hadis berikut:

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

Artinya: "Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, "Siapakah wanita yang paling baik?" Jawab beliau, "Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci." (HR. An-Nasai, no. 3231; Ahmad, 2: 251)

Kewajiban Suami Istri

Dari Mu’awiyah Al Qusyairi radhiyallahu ‘anhu, ia bertanya pada Rasulullah SAW mengenai kewajiban suami pada istri, lantas Rasulullah SAW bersabda:

أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ وَتَكْسُوَهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ – أَوِ اكْتَسَبْتَ – وَلاَ تَضْرِبِ الْوَجْهَ وَلاَ تُقَبِّحْ وَلاَ تَهْجُرْ إِلاَّ فِى الْبَيْتِ

Artinya: "Engkau memberinya makan sebagaimana engkau makan. Engkau memberinya pakaian sebagaimana engkau berpakaian -atau engkau usahakan-, dan engkau tidak memukul istrimu di wajahnya, dan engkau tidak menjelek-jelekkannya serta tidak memboikotnya (dalam rangka nasihat) selain di rumah" (HR. Abu Daud, no. 2142)

Demikian hadist tentang keluarga Sakinah mawadah dan warahmah sesuai ajaran Islam. (WWN)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel