Awalan

Ijazah Salawat Nabi dari Habib Luthfi bin Yahya Agar Terhindar Berbagai Penyakit Jika Dibaca Rutin


 Maulana Habib Luthfi bi  Yahya mengijazahkan amalan Salawat agar terhindar dari berbagai jenis penyakit.

Salawat Nabi Muhammad SAW ini diijazahkan saat berkunjung di Kota Makassar beberapa waktu lalu.

Salawat ini dibaca rutin tiap hari sesuai kebutuhan. 

Ulama kharismatik Tanah Air Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya (72) memberi ijazah salawat kepada khalayak umum saat berada di kediaman Mursyid Tarekat Syekh Yusuf Al Makassary, Syekh Sayyid A Rahim Assegaf Puang Makka, di Jl Baji Bicara, Kota Makassar, Senin (2/3/2020).

Ijazah salawat tersebut dicatat dan ditulis tangan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Jam'iyyah Ahli Thariqat An-Nahdliyyah (Jatman), H Mashudi.

Berikut kutipan lengkap tulisan tangan H Mashudi:

“Berikut Ijazah dari Rais Aam JATMAN agar terhindar dari penyakit menular dan virus epidemi, utamanya jenis penyakit yang akhir-akhir ini sedang melanda dunia, yakni virus corona.”

بسم الله الرحمن الحيم

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى اٰل سيدنا محمد بعدد كل داء ودواء

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad, wa ‘ala ali sayyidina Muhammad, bi’adadi kulli daain wa dawaa in.”

Menurut Mashudi, ijazah ini bersifat umum sehingga siapapun bisa mengamalkannya. Cukup dengan mengucapkan "qabiltu" Atau saya menerimanya (salawat). 


Inilah salah satu karomah Habib Luthfi bin Yahya ulama kharismatik Indonesia saat ini.

Habib Luthfi bin Yahya juga dikenal sebagai dzurriyat Nabi yang konsisten dengan jalan dakwah yang tenang dan mengayomi.

Ketokohannya tak hanya diakui di Tanah Air tapi juga sudah mendunia.

Habib Lutfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya bukan saja dikenal di Indonesia.

Namanya masyhur di berbagai belahan dunia Islam.

Keistimewaan Habib Lutfi juga sudah sangat masyhur di Indonesia, apalagi beliau adalah Rais Aam Jamiyyah Ahlit Thariqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (JATMAN). Keistimewaan Habib Lutfi juga masyhur karena beliau memimpin para sufi tingkat dunia.


Syekh Rajab dikenal sebagai ulama’ besar umat Islam hari ini. Karya-karya dan pemikirannya membentang luas dan dikaji di berbagai negara

Murid-muridnya juga menjadi ulama’ besar di berbagai belahan dunia Islam.

Suatu hari, Syekh Rajab bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad SAW. Dalam mimpinya, Rasulullah sedang duduk dikelilingi para sahabat. Di samping Nabi, nampak ada kursi kosong yang tak diduduki. Tapi tidak lama kemudian, ada seorang laki-laki datang mendudukinya.

“Siapa kamu?,” tanya Syekh Rajab yang asing dengan laki-laki itu.

“Saya Lutfi,” jawab laki-laki itu.

“Dari mana, kamu?”

Saya dari Indonesia.”

Kaget dan bergetar Syekh Rajab dengan jawaban itu. Ternyata ada orang Indonesia yang kedudukannya sangat mulia di sisi Rasulullah SAW. Makanya, tak menunggu lama, Syekh Rajab besoknya langsung membeli tiket dan langsung berangkat ke Indonesia untuk menemui Habib Lutfi bin YahyaYahya. 

Ketika sampai di Indonesia, ternyata Habib Lutfi sudah menunggu dan langsung menyambutnya dengan penuh keakraban dan kehangatan. Itulah para kekasih Allah.

Mereka diberikan keistimewaan Allah dengan berbagai hal karena keta’atan dan keikhlasan mereka dalam mengabdi kepada Allah dan khidmah kepada sesama manusia.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel