Awalan

Gerombolan Maling Lari Terbirit-birit Gara-gara Lihat Foto Kiai As'ad Situbondo


 KH Asad Syamsul Arifin Sukorejo Situbondo dikenal luas sosok ulama yang masyhur dari ujung Jawa Timur.

Kiai As'ad mengaji langsung kepada ulama besar saat itu, yakni Syaikhona Kholil Bangkaland dan Hadratusy Syaikh KH Hasyim Asy'ari Tebuireng. 

Karena itu, Kiai As'ad tampil menjadi ulama pinilih yang dikagumi semua pihak. 

Saat Nahdlatul Ulama (NU) mau berdiri, Kiai As'ad adalah santri yang ditugaskan Syaikhona Kholil untuk mengantarkan isyarat ke Tebuireng. 

Kiai As'ad muda itulah yang membawa tongkat, tasbih dan ayat Qur'an yang diterima Kiai Hasyim Asy'ari, sehingga akhirnya mantap mendirikan organisasi bernama NU. 

Kisah-kisah hidup Kiai As'ad penuh dengan keteladanan, bahkan tidak sedikit yang menjadi saksi karomah-karomahnya. 

Dilansir BeritaBantul.com dari facebook Doni Ekasaputra, dikisahkan dirinya pernah mendapatkan kisah karomah Kiai As'ad dari ustadznya saat masih sekolah. 

"Saat saya duduk di bangku kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah dulu, salah seorang ustaz berkisah tentang karomah Kiai As'ad," kisahnya yang diunggah pada 9 November 2021.

Karomah, menurutnya, dalam terminologi Islam Sunni disebut sebagai peristiwa 'supra rasional' di luar adat dan nalar manusia yang terjadi pada kekasih-kekasih Allah. Kebenarannya sulit, bahkan tidak bisa diverifikasi.

Menurutnya, sudah cukup banyak riwayat mutawatir yang mengisahkan perihal pangkat 'kewalian' yang disandang oleh Kiai As'ad. Tidak heran jika banyak sekali orang yang telah menyaksikan karomahnya.

"Karomahnya tidak hanya disaksikan saat beliau masih hidup, bahkan pasca wafatnya juga ada. Jika kisah demi kisah itu dibukukan, bisa mencapai 300 halaman lebih," katanya.

Ustadznya saat itu itu berkisah, suatu ketika gerombolan maling masuk ke rumah salah seorang warga. Mereka bermaksud menggondol habis isi rumah.

Naas! di tengah aksi slintat-slintutnya, pandangan mereka tertuju pada foto Kiai As'ad yang dipajang di tembok ruang tamu. Gerombolan maling dibuat kaget bukan kepalang. Dilihatnya foto Kiai As'ad seakan berbicara kepadanya.

Spontan saja gerombolan maling lari terbirit-birit.

"Benar tulis Ibnu Ajibah dalam “Tafsir al-Fatihah al-kabir” bahwa ruh para kekasih Allah dan para syuhada’ bisa melakukan apa saja yang mereka mau. Fasilitas spesial itu Allah swt berikan hanya untuk mereka," tegas Doni yang juga dosen Ma'had Aly Pesantren Salafiyah Sukorejo.

"Mereka bebas melakukan aktivitas apapun laiknya ia masih hidup di dunia. Termasuk memberikan keberkahan kepada para muhibbinnya," pungkasnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel