Perut Rais Aam Kiai Miftachul Akhyar Tolak Makanan Haram, Kesaksian Kiai Said Aqil Siraj
Pengasuh Pesantren Miftachussunnah Surabaya KH Miftachul Akhyar ditetapkan sebagai Rais Aam NU pada Muktamar ke-34 di Lampung, 24 Desember 2021.
Sebelumnya, Kiai Miftach telah mengumumkan Pejabat Rais Aam PBNU setelah KH Ma'ruf Amin mundur pada 22 September 2018.
Kiai Miftachul Akhyar juga terpilih sebagai Ketua Umum Majlis Ulama Indonesia (MUI) Pusat periode 2020-2025.
Meski akhirnya melayangkan surat pengunduran diri sebagai Ketua Umum MUI Pusat, 7 Maret 2022, sosok Kiai Miftach dinilai sebagai ulama teladan yang sejuk dan santun.
Melalui akun twitternya @cholilnafis, Rais Syuriah PBNU KH Cholil Nafis menegaskan, Kiai Miftach adalah menjaga dalam komitmen.
“Kiai Miftah mundur krn taat pd komitmen saat muktamar NU dari proposal Ahwa. Menurut saya itu bagus sebagai teladan kami menjaga komitmennya,” dikutip beritabantul.com, Kamis, 10 Maret 2022.
Keistimewaan Kiai Miftach juga diakui oleh Ketua Umum PBNU 2010-2021 Prof KH Said Aqil Siraj yang disampaikan oleh keponakannya, Gus Muhammad Shidqi dalam status facebooknya, 27 November 2020.
Gus Muhammad Shidqi awalnya melihat keistimewan Pesantren Lirboyo yang melahirkan ulama-ulama besar, seperti KH Maimoen Zubair, KH Said Aqil Siraj, dan KH Miftachul Akhyar.
"Persamaan dari ketiganya adalah Lirboyo. Lirboyo, sekali lagi seperti mesin, yang tidak pernah berhenti menelurkan ulama-ulama hebat. Termasuk alumni Lirboyo adalah Mbah Moen," tulis Gus Muhammad Shidqi yang juga cucu Mbah Maimoen.
Gus Muhammad Shidqi juga menegaskan, tidak ada kemewahan di Lirboyo. Hanya ada ketekunan dan keikhlasan serta mencari ridho para guru. Sehingga menjadi personal yang dikasihi oleh Allah SWT.
"Kyai Miftachul Akhyar ketika mondok di Lirboyo, beliau tidak pernah sekalipun "dahar" makanan syubhat, apalagi haram," tegas putra KH Muhammad Mustofa Aqil Siraj Cirebon ini.
Penegasan itu, katanya, lahir dari pengakuan paman Gus Shidqi, yakni KH Said Aqil Siraj.
"Kang Said memaparkan salah satu karomah Kyai Miftah; yaitu perut Kyai Miftah hingga kini selalu menolak makanan yang haram atau makanan hasil beli menggunakan uang haram. Kyai Miftah dilindungi Allah," pungkas Gus Shidqi.***
