Awas! Keseringan Tertawa Terbahak-bahak Bisa Mematikan Hati, Kata Ustadz Khalid Basalamah
Ustadz Khalid Basalamah dalam salah satu ceramahnya mengungkapkan bahaya banyak tertawa.
Menurut Ustadz Khalid Basalamah sesuatu yang berlebihan pasti akan selalu melampaui batas, termasuk perihal tertawa.
Ada perbedaan antara tertawa dan senyum, kalau senyum bagian daripada syariat kita,” kata Ustadz Khalid Basalamah.
asulullah SAW telah menerangkan kepada kita tentang bahaya banyak tertawa, hal itu dapat melenyapkan fungsi hati.
Dimana bisa merubah dari hidup menjadi mati, Rasulullah SAW bersabda:
“Jangan engkau memperbanyak tawa karena sesungguhnyta banyak tawa itu bisa mematikan hati. (HR. Tirmidzi Ahmad).
Disini yang dimaksudkan dengan mematikan hati ialah sudah tidak bisa lagi khusyu, tidak bisa lagi tersentuh untuk mengingat akhirat.
Mati hatinya, yang ada hanya ingin selalu tertawa sehingga tidak ada keseriusan, orang seperti ini akan sulit dibedakan kapan ia serius kapan tidak.
Lebih lanjut yang menjadikan hati mati ialah, membuat hati menjadi lali mengingat Allah SWT dan kehidupan akhirat.
Jika hati manusia lalai untuk mengingat Allah maka sesungguhnya kematian lebih dekat kepadanya daripada kehidupan.
Dibolehkan bagi seorang mukmin untuk tertawa dan bersenda gurau dengan sahabat-sahabatnya, sebab Rasulullah SAW bersenda gurau dengan sahabat-sahabatnya.
Jika sesuatu pada dasarnya lucu, tertawa tidak ada masalah. Tapi jika dibuat-buat apalagi penuh kedustaan, berita bohong, maka ini termasuk dalam sabda RAsulullah SAW berikut
.“Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta agar oranglain tertawa, celakalah baginya dan kecelakaan baginya.”(HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Hakim).
Imam Al-manawi dalam kitab Faidhul Qodir mengatakan kalimat celaka baginya Rasul ulang hingga 3 kali sebagai pernyataan besarnya azab orang itu.
Karena perbuatan semacam itu adalah sumber dari perbuatan hina, dan sumber dari segala perbuatan memalukan.
Maka jika perbuatan dusta tersebut dipadupadankan dengan perbuatan untuk membuat orang lain tertawa, hal tersebut dapat mematikan hati dan menyebabkan manusia lupa akan dirinya.
Serta hal itudapat menyebabkan sikap kasar, maka perbuatan tersebut adalah perbuatan buruk.***