Nasehat Gus Baha untuk Umat Muslim yang Gemar Sholat Tergesa-gesa, Ingatkan Peristiwa Kematian Nabi SAW
Menjalankan sholat merupakan kewajiban yang umat muslim harus lakukan sehari-hari.
Dalam pelaksanaannya tak jarang mungkin kita menjalankan sholat dengan tergesa-gesa karena beberapa penyebab.
Gus Baha memberikan nasehat dan mengingatkan kita atas perbuatan sholat yang dilakukan tergesa-gesa.
Hal yang disampaikan Gus Baha terkait sholat ini berkaitan dengan peristiwa yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW.
Masalah sholat, saya punya kitab Fathul Bari Syarah Bukhari. Para Nabi itu karena saking sukanya sholat, kata Rasulullah saya melihat Nabi Musa, pertama bertemu ia masih di kuran dibawah gundukan tanah merah,” imbuh dari YouTube SANTRI OFFICIAL pada 18 November 2021.
Gus Baha bercerita terlebih dahulu terkait kisah Nabi mengenai sholat.
“Ada gundukan tanah merah dekat Jerusalem, sekitar 6 KM atau berapa karena kalau di teks hadist, saya ulangi lagi di teks hadist Nabi Musa sebenarnya akan wafat di Tih sekitar 20 KM adri Masjidil Haram, masih jauh.
Portal Jember
Cari
HOME KHAZANAH
Nasehat Gus Baha untuk Umat Muslim yang Gemar Sholat Tergesa-gesa, Ingatkan Peristiwa Kematian Nabi SAW
Aprilia Tri Wahyu Ningrum 20 November 2021, 17:52 WIB
Ilustrasi sholat. Berikut nasehat Gus Baha untuk umat muslim yang suka sholat tergesa-gesa dengan ceritakan kisah kematian Nabi SAW.
Ilustrasi sholat. Berikut nasehat Gus Baha untuk umat muslim yang suka sholat tergesa-gesa dengan ceritakan kisah kematian Nabi SAW. / pexels/Monstera/
“Lalu beliau, kata Nabi unik semua Ya Allah matikan saya, saya inginnya mati di tempat selemparan batu..’ karena dulu tak ada kilometer atau meter. Ukurannya sekuat orang melempar batu ya sedekat itu saya mati. Ya kira-kira orang melempar batu itu kuat sampai berapa kilo? Kira-kira saja! Lemparan kerasnya orang Arab ya. Kira-kira saja berapa? Kalau 100 meter itu dekat,” lanjutnya.
Nabi Muhammad mengingat pernah bertemu Nabi lainnya saat sedang sholat di kuburan sendiri.
“Nah itu di situ Nabi Musa itu sholat, saya pernah ke maqam (tempat sholat) Nabi Musa dulu di kuburannya, meski masih diperdebatkan. Lalu di Syarah Fathul Bari itu begini termasuk yang di tulis Sayid Muhammad dalam kitab Mafahim Yajibu An Tusahhah.
“Rasulullah saking sukanya sholat beliau berkata begini, ketika saya belum pernah bertemu para Nabi, kecuali di kuburan mereka sholat sendiri-sendiri. Kan tidak bisa berjamaah, mau tidka mau harus sendiri,” imbuhnya.
Gus Baha pun melanjutkan cerita terkait Nabi Muhammad SAW.
“Ketika Nabi Muhammad mau isra, itu kan beliau di Baitul Maqdis, semuanya sholat, datang karena mereka hobinya sholat. Ini mumpung ada imam besar. Imam besar Kanjeng Nabi maksudnya, jangan kamu.
“Kemudian para Nabi datang, kemudian engkau (Muhammad) maju dan menjadi imam.itu Nabi sebelum mi’raj, kenangannya para Nabi itu ya sholat. Jadi semua Nabi batang ke Baitul Maqdis itu hanya untuk sholat mumpung ada imam besar ahli jihad dan orang-orang yang bertakwa,” jelasnya.
Gus Baha juga menceritakan bagaiman Nabi Muhammad SAW menjelang kematiannya, tetap ingat terhadap sholat.
Portal Jember
Cari
HOME KHAZANAH
Nasehat Gus Baha untuk Umat Muslim yang Gemar Sholat Tergesa-gesa, Ingatkan Peristiwa Kematian Nabi SAW
Aprilia Tri Wahyu Ningrum 20 November 2021, 17:52 WIB
Ilustrasi sholat. Berikut nasehat Gus Baha untuk umat muslim yang suka sholat tergesa-gesa dengan ceritakan kisah kematian Nabi SAW.
Ilustrasi sholat. Berikut nasehat Gus Baha untuk umat muslim yang suka sholat tergesa-gesa dengan ceritakan kisah kematian Nabi SAW. / pexels/Monstera/
“Kata Nabi ‘Saya ini mau meninggal dan saya meihat para Nabi sholat di kuburannya. Kata Nabi dan saya terlalu terhomat di hadapan Allah untuk membiarkan saya 3 hari meninggal, kemudian saya tidak sholat. Jadi pastikan, jika saya terpaksa mengalami masa dipanggil sebagai mayit, hanya dinamakan saja ya. Bukan mayit secara hakiki, karena semua Nabi itu hidup,” pungkas Gus Baha menceritakan tentang Nabi Muhammad.
“Anda saya terpanggil, mengikuti prosedur umumnya manusia yang dipanggil sebagai orang meninggal, paling lama itu 3 hari. Saya malu kepada Allah karena terlalu terhormat di sisi-Nya.
Gus Baha menyampaikan bahwa sebelum dan bahkan sesudah meninggal pun Nabi tetap mengingat sholatnya.
“Jadi, cita-cita terbesar Nabi setelah meninggal beliau itu ingin melaksanakan sholat. ‘Setelah saya meninggal itu, kemudian saya nggak sholat setelah masa tiga hari’,” lanjut Gus Baha.
Kata Gus Baha masa tiga hari mungkin pilihan Nabi karena mau nggak mau harus mengalami proses peralihan alam. Tapi tetap cita-citanya itu sholat.
“Nah, sekarang kamu masih bisa sholat tapi malah sering tergesa-gesa. Ya Allah... Naudzubillah,” tutup Gus Baha.***