Gus Baha Kisahkan Rasulullah SAW ketika Ditegur Allah SWT karena Mendoakan Jelek Sahabatnya
KH Ahmad Bahauddin Nursalim, yang akrab dengan sapaan Gus Baha pernah menceritakan kisah Rasulullah SAW ketika ditegur Allah SWT.
Gus Baha sebut, Rasulullah SAW mendapat teguran dari Allah SWT karena mendoakan jelek sahabatnya dengan sebab dia memiliki sifat buruk.
Gus Baha katakan, saat itu Rasulullah SAW kerap mendoakan jelek sahabatnya. Hal ini terjadi sebelum ayat larangan mendoakan jelek orang lain turun.
Adapun sahabat yang dimaksud Gus Baha, yakni orang yang pernah didoakan jelek oleh Rasulullah SAW adalah Wahsyi.
Wahsyi adalah orang yang membunuh Hamzah (Paman Nabi). Dia, secara dhohir, adalah orang yang didoakan buruk oleh Nabi.
Karena ketidak senangannya Rasulullah kepada Wahsyi, dia sering mendoalan jelek kepadanya (Wahsyi).
sebelum ada larangan mendoakan buruk, lalu ayat (Ali ‘Imran: 128) turun:
لَيْسَ لَكَ مِنَ ٱلْأَمْرِ شَىْءٌ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ أَوْ يُعَذِّبَهُمْ فَإِنَّهُمْ ظَٰلِمُونَ
“Muhammad, kamu memang kekasihku, tapi jika kamu mengintervensi-Ku maka tidak bisa. Aku tetaplah Tuhan. Tapi, soal keputusan itu hak-Ku. Aku ini ya mengampuni dan menyiksa.”
"Beneran, Wahsyi yang paling fatal salahnya malah diberi hidayah. Sedangkan Tsa’labah paling rajin ke masjid, tidak pernah tidak sholat di shaf awal. Sampai-sampai dijuluki Hamamatul Masjid alias Merpatinya Masjid," ucap Gus Baha Sebagaimana dilihat mantrsukabumi.com dari unggahan video di kanal YouTube Ngaji Online, 15 November 20221.
Akhirnya apa? Dia su’ul khotimah. Itu saja dia masih ditunggui Kanjeng Nabi.
Semenjak itu Nabi tidak pernah mendoakan buruk karena ada ayat (ke-128 dalam Surat Ali ‘Imran).
Kita kan tidak pernah tahu tentang Allah, tapi yang jelas “سمى نفسه غفورا”, yakni Allah menamakan dirinya sebagai Ghofuur (Maha Pengampun).
Dan dalam syariat-Nya, siapapun itu, seburuk apapun dia, ada kemungkinan dia taubat sebelum mati, dan sebaik apapaun kita pun ada kemungkinan untuk su’ul khotimah.
"Apalagi cuma buronan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Kamu tidak boleh mengecap, kalau gemes ya gemes saja karena memang koruptor".***