Takdir yang Sudah Tertulis Bisa Diubah Melalui Negosiasi dengan Allah, Gus Baha: Sek Iso Dinego
Jauh sebelum manusia dilahirkan, Allah SWT telah lebih dulu menuliskan takdir yang akan ia jalani di dunia.
Mulai dari rezeki, jodoh, kematian, dan semua hal yang terkait kehidupan seseorang di dunia sudah Allah tetapkan.
Oleh sebab itu sebagian besar manusia beranggapan bahwa takdir yang dijalaninya tidak bisa diubah karena sudah ditulis duluan.
Padahal menurut Gus Baha, takdir yang sudah tertulis bisa dirubah melalui negosiasi dengan Allah. Lantas bagaimana caranya?
"Kita ditulis mati iman ta kafir kan sesuai catatan dulu kan. Jadi saiki ra perlu ada yang kamu takutkan, wes kelewat ngunu lo," kata Gus Baha.
Lho yo to, anda mati kafir itu sesuai catatan dulu apa catatan nanti, catatan dulu kan? Allah berpikir dulu apa nanti, dulu kan? ujar beliau.
Pernyataan Gus Baha di atas berkaitan dengan takdir manusia ditulis meninggal dalam keadaan baik atau buruk, itu semua sudah Allah tuliskan lebih dulu.
Gus Baha juga mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang perlu ditakutkan dengan takdir yang akan datang, sebab semuanya masih bisa dirubah melalui negosisasi dengan Allah.
Justru menurut beliau yang perlu ditakutkan adalah masa yang sudah terlewati, sebab bisa jadi pada masa tersebut ada dosa didalamnya yang sudah tidak bisa dirubah.
"Nah justru ken nak seng kelewat seng wedi malah enak, jek iso dinego," kata Gus Baha.
Gusti (Allah) masak catatan itu gak bisa dirubah gusti, sek iso dinego," ujar beliau menerangkan.
Gus Baha menjelaskan bahwa takdir yang akan datang bisa dirubah oleh manusia selama ia diberi kesempatan hidup dan nikmat sehat oleh Allah.
"Tapi nek saiki kan jek waras jek sehat kita negosisasi mbek pengeran (Allah), gusti catetan seng elek niku genti seng apik, wong jenengan kuoso mawon," kata Gus Baha.
Itu ndak ganggu ketuhanan Anda (Allah), rubah mawon gusti, tetep saget," katanya.
Menurut Gus Baha Allah pasti bisa merubah takdir seseorang meskipun takdir tersebut sudah ditulis sebelumnya, hal ini bahkan tidak akan mengganggu status Allah yang paling agung.
Bentuk negosiasi yang bisa dilakukan manusia adalah dengan berubah menjadi hamba yang lebih baik dan terus mendekatkan diri kepada Allah, selian itu ada doa sebagai kuncinya. ***