Kisah Mathius Masuk Islam Berkat Kalimat "Ash-Sholaatu Khairum Minan-Nauum" di Azan Subuh
INILAH kisah mualaf yang dialami KH Rohmat Hidayat atau dahulu bernama Mathius. Ia menceritakan perjalanan panjangnya hingga akhirnya memutuskan mantap memeluk Islam. Padahal saat itu Kiai Rohmat merupakan seorang pendeta, misionaris dengan cara membangun gereja, rumah sakit, sampai menolong umat lain agar memeluk keyakinannya saat itu.
Suatu hari dia mendengar azan subuh. Saat itu Mathius merasa aneh. Muncul pertanyaan di benaknya: Mengapa suara dan bunyi azan subuh terasa aneh karena ada tambahan kalimat "Ash-sholaatu khairum minan-nauum"?
Akibat rasa penasaran yang besar itu, akhirnya Mathius bertanya kepada seorang ustadz di salah satu kota di Jawa Barat, mempertanyakan mengapa suara azan subuh terasa aneh dan ada tambahan kalimat "Ash-shalaatu khairum minan-nauum".
"Beliau memberikan jawaban kepada saya: 'Lebih baik sholat daripada tidur'," kata Kiai Rohmat, seperti dikutip dari kanal YouTube Islam Trending TV, Ahad (14/11/2021).
Namun di situ Mathius bukannya mendapati rasa simpati, rasa bencinya kepada Islam makin besar. Hal itu karena dirinya merasa iri orang Islam rela meninggalkan tidurnya demi beribadah di pagi buta.
Kemudian ustadz tersebut memberikan sebuah Alquran dan terjemahannya kepada Mathius, cetakan dari Departemen Agama.
"Kata beliau kepada saya: 'Ini untuk bapak pendeta kalau memerlukan. Tapi kalau tidak, tolong kembalikan'," tuturnya.
Namun saat itu Mathius tetap menerimanya dan membawanya ke kontrakan yang ditempatinya. Sebelum membuka Alquran yang diberikan ustadz itu, Mathius memperlihatkannya kepada anggotanya. Lalu mereka menertawakan apa yang sedang dibawa dan dipegang oleh Mathius.
Tapi Mathius tetap ingin membuka dan membacanya, meskipun saat itu ia belum bisa membaca tulisan Arab dan hanya memahami makna dari setiap ayat yang ada di dalam Alquran.
Sebelum membukanya, ia merasa ragu dan bingung harus memulai dari mana. Mathius pun berdoa kepada Tuhannya agar dibukakan mata telinga dan hati untuk membuka Alquran.
Saat membukanya, lembaran pertama yang dibukanya adalah Surah Ali Imran. Mathius tertuju pada ayat 85 dan 102, mengapa hanya ayat tersebut yang ditandai dengan warna merah.
Hingga suatu hari Mathius tidak bisa tidur dan terus memikirkan ayat tersebut. Ia juga terus berusaha memahami maknanya karena rasa penasarannya.
Sambil menahan air mata, Mathius menceritakan makin dirinya berdoa kepada Tuhan, makin dibukanya makna dalam Alqur'an tersebut. Ia sendiri merasa heran, karena hal tersebut merupakan keanehan yang dirasakan sepanjang hidupnya.
Kemudian hidayah pun turun kepadanya, karena setelah mendengarkan azan subuh dan memahami ayat 85 dan 102 Surah Ali Imran. Mathius pun juga dengan tegas mengumumkan bahwa kepercayaan yang saat ini ia pegang adalah Islam, karena akan memberikan keselamatan kepadanya.
"Hanya Islam yang benar," tegas Kiai Rohmat. Wallahu a'lam bishawab.
