Ini Kebiasaan Mulia Mbah Hamid Pasuruan, Salah Satunya Sering Bagi-Bagi Sarung
Kealiman KH Abdul Hamid, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Pasuruan diakui oleh semua lapisan masyarakat.
Sosok yang dikenal dekat dengan Allah (waliyulloh) ini, juga memiliki kebiasaan yang sangat mulia atau berakhlakul karimah dalam potret kehidupan sehari-harinya.
Berikut kemuliaan akhlak Mbah Hamid Pasuruan, dalam kehidupan sehari-hari seperti yang dilansir dari akun tweeter @SejarahUlama:
1. Ketika dawuh (berbicara) apa saja pelan. Baik itu saat mengajar para santri, membaca atau ngaji kitab, berdzikir, shalat maupun bercakap-cakap dengan tamu. Kelembutan suaranya sama persis dengan kelembutan hatinya.
2. Beliau mudah sekali menangis. Terutama kalau ada anaknya yang membandel dan akan memarahinya, beliau menangis dulu,akhirnya tidak jadi marah.
3. “Angel dukane, gampang nyepurane (Sulit marah, mudah memaafkan)," kata Durrah, menantunya. Kebersihan hati Mbah Hamid ditebar kepada siapa saja, semua orang merasa dicintai beliau.
Bahkan kepada pencuri pun beliau memperlihatkan sayangnya. Pernah suatu waktu beliau melarang santri memukuli pencuri yang tertangkap basah di rumahnya.
Sebaliknya pencuri itu dibiarkan pulang dengan aman, bahkan beliau pesan kepada pencuri agar mampir lagi kalau ada waktu.
4. Bila ada undangan suatu acara, beliau memilih duduk bersama orang-orang biasa di bagian belakang. Kalau ke masjid, dimana ada tempat kosong di situ beliau duduk, tidak mau duduk di barisan depan karena tidak mau melangkahi tubuh orang.
5. Mbah Hamid Pasuruan Kiai juga dikenal sebagai orang yang dermawan. Biasanya, kebanyakan orang kalau memberi pengemis denganuang recehan Rp100,-.
Tidak dengan beliau, yang kalau memberi tidak melihat berapa uang yang dipegangnya, langsung diserahkan begitu saja.
Kalau tangannya kebetulan memegang uang lima ribuan, ya uang itu yang diserahkan kepada pengemis (th 70 an)
6. Tak hanya bershodaqoh dalam bentuk uang, beliau juga kerap memberi kepada orang juga bentuk barang. Hampir setiap dua tahun sekali, beliau selalu membagi-bagikan sarung kepada masing-masing anggota keluarga dan masyarakat sekitar
Nah, setidaknya kita bisa ambil hikmah dari kebiasaan hidup Mbah Hamid. Termasuk dalam meneladi sikap dengan selalu menjunjung tinggi akhlak yang mulia. Sumber : tweeter @SejarahUlama***
